Perbedaan Pendapatan Usahatani Tumpangsari Kentang dan Cabe Keriting dengan Kentang dan Tomat Di Kabupaten Garut
DOI:
https://doi.org/10.35138/orchidagri.v1i2.249Keywords:
Combination of Farming, Different Test, Farming IncomeAbstract
This study aims to determine the description of farming, the amount of farm income, and the differences in income from intercropping between potatoes and curly chilies with potatoes and tomatoes. The number of respondent farmers is 25 people for each intercropping farming. Primary data was collected through questionnaires and interviews with respondents, and secondary data was collected through literature studies to various agencies. The method used in this study is the census method, in which all the population in the field is used as respondents and selected intentionally. The analysis used to determine the differences in the income of this intercropping farming using statistical testing (SPSS version 21 application) with a paired difference test (Paired Sample t-Test). The results showed that (1) Overview of potato and curly chili intercropping with potatoes and tomatoes consisted of seed preparation, tillage, planting, maintenance, harvesting, and post-harvest to marketing (2) The average income of potato and curly chili intercropping was Rp. . 261,447,519,- per hectare per growing season, while the average 16 | O r c h i d A g r i : V o l 1 , N o 2 , B u l a n A g u s t u s T a h u n 2 0 2 1 income of potato and tomato intercropping is Rp. 256,949,751,- per hectare per growing season (3) Based on statistical tests, it was found that there was no significant difference between potato and curly chili intercropping farming income with potatoes and tomatoes.References
Apriansyah. 2018. Analisis Kelayakan Usahatani Tumpangsari Cabai Merah (Capsimum annum L.) dan Bawang Merah (Allium cepa L.) Di Lahan Pasir Kabupaten Bantul. : 1–10.
Buana, B.J.D., and A. Suwardani. 2020. Optimalisasi Usahatani Sayur Tumpangsari Di Desa Sukorambi Kecamatan Sukorambi Kabupaten Jember. J. Sos. Ekon. Pertan. 13(2): 125–144. doi: https://doi.org/10.19184/jsep.v13i2.15124.
Firdaus, M. 2012. Manajemen Agribisnis. Bumi Aksara. Jakarta
Nasional, B.P.P. 2004. Pembangunan Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura. http://www.bappenas.go.id/.
Pitaloka, D. 2017. Hortikultura: Potensi, Pengembangan Dan Tantangan. J. Teknol. Terap. G-Tech 1(1): 1–4. doi: 10.33379/gtech.v1i1.260.
Statistik, B.P. 2003. Tanaman Sayuran dan Buah-Buahan Semusim. https://www.bps.go.id/subject/55/hortikultura.html.
Sujitno, E., T. Fahmi, and I. Djatnika. 2015. Usahatani Tumpang Sari Tanaman Tomat dan Cabai di Dataran Tinggi Kabupaten Garut. Inov. Hortik. Pengungkit Peningkatan Pendapatan Rakyat: 58–64. http://repo.mercubuana-yogya.ac.id/hortikultura-litbang-pertanian/Buku_Inovasi/58-64.Endjang Sujitno tomat cabai.pdf.
Suminartika, E., M.A. Budiman, Nursyamsiyah, and K. Kusno. 2017. Kontribusi Usaha Tumpangsari Kedelai Terhadap Pendapatan Keluarga Petani Kedelai Di Sentra Produksi Jawa Barat. AGRICORE-Jurnal Agribisnis dan Sos. Ekon. Pertan. 2(2): 291–357. file:///C:/Users/User/Downloads/15847-64882-1-PB (2).pdf.
Tinaprilla, N., and S.S. Nugraheni. 2020. Analisis Pendapatan Usahatani Tumpangsari Kentang Di Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung. Risal. Kebijak. Pertan. DAN Lingkung. 7(2): 123–132. doi: 10.29244/jkebijakan.v7i2.34843.
Wijayanti, T. 2016. Program Pengembangan Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura. Badan Pengkaj. dan Pengemb. Perdagang. Kementeri. Perdagang. RI.
Buana, B.J.D., and A. Suwardani. 2020. Optimalisasi Usahatani Sayur Tumpangsari Di Desa Sukorambi Kecamatan Sukorambi Kabupaten Jember. J. Sos. Ekon. Pertan. 13(2): 125–144. doi: https://doi.org/10.19184/jsep.v13i2.15124.
Firdaus, M. 2012. Manajemen Agribisnis. Bumi Aksara. Jakarta
Nasional, B.P.P. 2004. Pembangunan Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura. http://www.bappenas.go.id/.
Pitaloka, D. 2017. Hortikultura: Potensi, Pengembangan Dan Tantangan. J. Teknol. Terap. G-Tech 1(1): 1–4. doi: 10.33379/gtech.v1i1.260.
Statistik, B.P. 2003. Tanaman Sayuran dan Buah-Buahan Semusim. https://www.bps.go.id/subject/55/hortikultura.html.
Sujitno, E., T. Fahmi, and I. Djatnika. 2015. Usahatani Tumpang Sari Tanaman Tomat dan Cabai di Dataran Tinggi Kabupaten Garut. Inov. Hortik. Pengungkit Peningkatan Pendapatan Rakyat: 58–64. http://repo.mercubuana-yogya.ac.id/hortikultura-litbang-pertanian/Buku_Inovasi/58-64.Endjang Sujitno tomat cabai.pdf.
Suminartika, E., M.A. Budiman, Nursyamsiyah, and K. Kusno. 2017. Kontribusi Usaha Tumpangsari Kedelai Terhadap Pendapatan Keluarga Petani Kedelai Di Sentra Produksi Jawa Barat. AGRICORE-Jurnal Agribisnis dan Sos. Ekon. Pertan. 2(2): 291–357. file:///C:/Users/User/Downloads/15847-64882-1-PB (2).pdf.
Tinaprilla, N., and S.S. Nugraheni. 2020. Analisis Pendapatan Usahatani Tumpangsari Kentang Di Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung. Risal. Kebijak. Pertan. DAN Lingkung. 7(2): 123–132. doi: 10.29244/jkebijakan.v7i2.34843.
Wijayanti, T. 2016. Program Pengembangan Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura. Badan Pengkaj. dan Pengemb. Perdagang. Kementeri. Perdagang. RI.
Downloads
Published
2021-11-26
How to Cite
Rosmiati, M., Sukmawati, D., & Sudrajat, A. (2021). Perbedaan Pendapatan Usahatani Tumpangsari Kentang dan Cabe Keriting dengan Kentang dan Tomat Di Kabupaten Garut. OrchidAgri, 1(2), 16-24. https://doi.org/10.35138/orchidagri.v1i2.249
Issue
Section
Articles
License
Copyright (c) 2021 Mia Rosmiati, Dety Sukmawati, Adjat Sudrajat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

