Pengaruh Kombinasi Pupuk Kandang Kotoran Puyuh dan NPK Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Selada (Lactuca Sativa L.) Varietas Grand Rapids

Authors

  • Ahmad Latif Lutfiana Mahasiswa Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian-Universitas Winaya Mukti, Jl. Raya Bandung-Sumedang Km.29 Tanjungsari 45362, Kab. Sumedang, Jawa Barat, Indonesia.
  • Nunung Sondari Dosen Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian-Universitas Winaya Mukti, Jl. Raya Bandung-Sumedang Km.29 Tanjungsari 45362, Kab. Sumedang, Jawa Barat, Indonesia.
  • Endang Sufiadi Dosen Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian-Universitas Winaya Mukti, Jl. Raya Bandung-Sumedang Km.29 Tanjungsari 45362, Kab. Sumedang, Jawa Barat, Indonesia.
  • Indriana Ulfah Dosen Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian-Universitas Winaya Mukti, Jl. Raya Bandung-Sumedang Km.29 Tanjungsari 45362, Kab. Sumedang, Jawa Barat, Indonesia.

DOI:

https://doi.org/10.35138/orchidagro.v3i1.514

Keywords:

Selada, Grand rapids, Pupuk kandang kotoran puyuh, NPK

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh kombinasi pupuk kandang kotoran puyuh dan NPK (16-16-16) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada, serta mempelajari dosis yang terbaik yang memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik tanaman selada. Percobaan dilaksanakan di Balai Penelitian Tanaman Sayuran (BALITSA) Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat dengan ketinggian tempat 1250 meter diatas permukaan laut dengan ordo tanah Andisol. Waktu percobaan dilakukan pada bulan April sampai dengan Juni 2020. Rancangan lingkungan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) sederhana yang terdiri dari sepuluh perlakuan yaitu Tanpa pupuk, 7.5 ton ha-1 Pupuk kandang kotoran (PKK) puyuh, 15 ton ha-1 PKK puyuh, 22.5 ton ha-1 PKK puyuh, 30 ton  ha-1 PKK puyuh, 400 kg ha-1 NPK (16-1616), 7.5 ton ha-1 PKK puyuh + 200 kg ha-1 NPK, 15 ton ha-1 PKK puyuh + 200 kg ha-1 NPK, 22.5 ton ha-1 PKK puyuh + 200 kg ha-1 NPK, 30 ton ha-1 PKK puyuh + 200 kg ha-1 NPK dan masing masing diulang tiga kali. Hasil percobaan menunjukkan bahwa kombinasi pupuk kandang kotoran puyuh dan NPK berpengaruh nyata terhadap seluruh variabel kecuali terhadap variabel nisbah pupus akar. Pada variabel bobot bersih per plot perlakuan C, D, G, H dan I menunjukkan hasil berbeda nyata lebih tinggi. Hasil tertinggi ditunjukkan pada perlakuan D (22.5 ton ha-1 Pupuk kandang kotoran puyuh)  dengan bobot 4262.83 gram/m2 atau setara dengan 42,6 ton ha-1. 

References

Ayu, L., Indradewa, D., & Ambarwati, E. (2012). pertumbuha,hasil dan kualitas pucuk teh(camellia sinensis(L.)kuntze)di Berbagai Tinggi Tempat. Vegetalika, 1(4), 78–89.
Badan Pusat Statistik. (2017). Produksi Tanaman Tanaman Selada Di Indonesia Tahun 2014-2017.
Djuarnani, N., Kristian, & Setiawan, B. S. (2009). Cara Cepat Membuat Kompos. Agromedia Pustaka.
Gardner, F. P., Pearce, R. B., & Mitchel, R. L. (1991). Fisiologi Tanaman Budidaya. Universitas Indonesia Press.
Gurning, R. F. (2009). Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Selada (lactuca sativa L.) pada Berbagai Tingkat Dosis Pupuk NPK dan Pupuk Mikro CuSO4.5H2O. Universitas Sumatra Utara.
Hasibuan, R. M. (2019). Efektivitas Pemberian POC Urin Kelinci dan Pupuk Kandang Burung Putuh terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terung Ungu (Solanum melongena L.). Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Medan.
Huri, E., & Syafriadiman. (2007). Jenis dan Kelimpahan Zooplankton dengan Pemberian Dosis Pupuk Kotoran Burung Puyuh yang Berbeda. Jurnal Berkala Perikanan Terubuk, 35(1), 1–19.
Khairunisa. (2015). Pengaruh Pemberian Pupuk Organik, Anorganik dan Kombinasinya terhadap Pertumbuhan dan Hasil Sawi Hijau (Brassica juncea L. Var. Kumala). Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
Krisna, B., Susila Putra, E. E. T., Rogomulyo, R., & Kastono, D. (2017). Pengaruh Pengayaan Oksigen dan Kalsium terhadap Pertumbuhan Akar dan Hasil Selada Keriting (Lactuca sativa L.) pada Hidroponik Rakit Apung. Vegetalika, 6(4), 14. https://doi.org/10.22146/veg.30900
Lahadassy, J. (2007). Pengaruh Dosis Pupuk Organik Padat Daun Gamal terhadap Tanaman Sawi. Jurnal Agrisistem, 3(2), 80–89.
Lingga, P., & Marsono. (2007). Petunjuk Penggunaan Pupuk. Edisi Revisi. Jakarta: Penebar Swadaya. Penebar Swadaya.
Nisaa, Q. (2017). Uji Kandungan Nitrogen Dan Phospor Pupuk Organik Cair Kombinasi Jerami Padi Dan Daun Kelor Dengan Penambahan Kotoran Burung Puyuh Sebagai Bioaktivator. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Rinema, W. J. (1986). Kesuburan dan Pemupukan. Simplex.
Sarief, S. (1986). Kesuburan Tanah dan Pemupukan Tanah Pertanian. Pustaka Buana.
Spiertz, J. H. J., & Ellen, J. (1978). Effects of nitrogen on crop development and grain growth of winter wheat in relation to assimilation and utilization of assimilates and nutrients. Netherlands Journal of Agricultural Science, 26(2), 210–231. https://doi.org/10.18174/njas.v26i2.17100
Subhan, Nurtika, N., & Gunadi, N. (2009). Respons Tanaman Tomat Terhadap Penggunaan Pupuk Majemuk NPK 15-15-15 Pada Tanah Latosol Pada Musim Kemarau. Jurnal Hortikultura, 19(1), 40–48.
Sulistyaningsih, E., Budiastuti, K., & Endah, K. (2005). Pertumbuhan Dan Hasil Caisin Pada Berbagai Warba Sungkup Plastik. Ilmu Pertanian, 12(1), 65–76.
Sutedjo, H. (2010). Petunjuk Penggunaan Pupuk. Penebar Swadaya.
Syamsiyah, J., Minardi, S., & Winoto, B. (2008). Kajian Pupuk Kandang Puyuh dan Pupuk Anorganik di Musim Tanam II terhadap Efisiensi Serapan P dan Hasil Tanaman Padi (Oryza sativa L.). UNS Surakarta.

Downloads

Published

2023-03-02

Issue

Section

Articles