BIMBINGAN PRA NIKAH PADA PASANGAN CALON PENGANTIN DI GEREJA KRISTEN JAWA BANDUNG

Maryani Matyani

Abstract


Keluarga merupakan kelompok sosial yang terkecil di masyarakat, memiliki peran yang sangat penting dan menjadi dasar serta pilar bagi kehidupan bangsa. Jika ingin membentuk negara yang kokoh, maka terlebih dahulu harus membangun keluarga yang kuat dan kokoh. Untuk membangun keluarga yang kuat diperlukan strategi dan usaha yang sungguh-sungguh dari pasangan suami-isteri. Bimbingan pra nikah yang dilakukan terhadap calon pasangan yang akan menikah merupakan salah satu usaha untuk memberikan bekal pengetahuan agar menjadi keluarga yang memahami pasangan dan bisa menerapkan manajemen keluarga, sehingga menjadi keluarga yang bahagia dan sejahtera. Penelitian ini dilakukan terhadap 10 pasangan calon pengantin ( 20 orang), rata-rata usia 25 tahun, pendidikan S1. Pengabdian  dilakukan dari tahun 2018 sampai dengan 2019 dengan cara wawancara secara langsung terhadap masing-masing pasangan. Setiap pasangan memerlukan waktu  wawancara kurang lebih 2 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua responden menyatakan bimbingan pranikah perlu dilakukan agar memiliki bekal pengetahuan dalam pemahaman yang mendalam terhadap pasangan, melalui bimbingan pranikah pasangan calon pengantin memahami sumber konflik yang terjadi dan memecahkan masalah secara dewasa , memahami pentingnya komunikasi dalam keluarga, dan lebih memahami peran yang akan dilakukannya yaitu sebagai  suami-isteri.


Keywords


bimbingan pranikah

References


Eko Priyono dkk, 2010, Buku Materi Bimbingan Pra Nikah, , Deputat Klasis Citanduy

James Dobson, 2008, Love For A Life Time

Singgih D Gunarsa, 1996, Psikologi Untuk Keluarga, Jakarta, BPK Gunung Mulia

Yacub Susabda, 2004, Konseling Pra Nikah,, People Helpers Ministry Indonesia, Penerbit Mitra Pustaka, Bandung.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License