EVALUASI KESESUAIAN LAHAN TANAMAN SERBA GUNA ATAU MULTI PURPOUSE TREE SPECIES (MPTS) DI DESA MANDALAWANGI KECAMATAN NAGREG KABUPATEN BANDUNG

Authors

DOI:

https://doi.org/10.35138/wanamukti.v25i1.286

Keywords:

MPTS, Watershed, Topography, Land Suitability Evaluation

Abstract

Nagreg District, Bandung Regency is part of the upstream Citarum Watershed (DAS) which is the main watershed in West Java. Mandalawangi Village is one of the upstream watershed areas is identical to the steep topography so that the risk of surface runoff is higher, so must planted with annual plants that can be used by the community on land like this, MPTS plants. The object of research is to analyze the land suitability of MPTS plant species in the research location. This study uses data on biophysical characteristics, namely land height, soil type and rainfall. Based on these parameters, the research location is divided into 4 land unit maps. Field observations found 6 types of multipurpose plants, namely Nangka (Artocarpus heterophyllus), Kopi Arabika (Coffea arabica), Mangga (Mangifera indica), Nangka (Artocarpus heterophylus), Jengkol (Archidendron pauciflorum) and Petai (Parkia speciosa). The results of the analysis of land suitability evaluation at LMU 1 plants that match the characteristics of the land include Nangka (Artocarpus heterophyllus), Mangga (Mangifera indica) and Kopi Arabika (Coffea arabica). In LMU 2 there are four suitable species, namely Nangka (Artocarpus heterophyllus), Mangga (Mangifera indica), Jengkol (Archidendron pauciflorum) and Petai (Parkia speciosa). Whereas at LMU 3 and 4 only one species is suitable respectively, Sukun (Artocarpus altilis) and Kopi Arabika (Coffea arabica).

Author Biography

Rian Susila, Univeritas Winaya Mukti

Fakultas Kehutanan

References

Arsyad S. (2010). Konservasi Tanah dan Air. Bogor: Institut Pertanian Bogor.
Asdak C. (2010), Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
BPDAS Citarum-Ciliwung. (2010). Rencana Pengelolaan DAS Terpadu Citarum Hulu, Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial dan Pengelolaan. Bogor: Kementerian Kehutanan.
Balai Penelitian Tanah. (2015). Tata Cara Pengambilan Contoh Tanah Komposit untuk Keperluan Analisis Kesuburan Tanah. Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Depatemen Pertanian.
Dudal, R. and M. Soepraptohardjo. (1961). Some Consideration on the genetic relationship between Latosols and Andosols in Java (Indonesia). Madison, Winconsin, USA: Trans of 7 th Int. Cong. Of Soil Sci IV.
Ellyanti A, Karim H B. (2012). Analisis indikasi geografis kopi Arabika Gayo ditinjau dari rencana tata ruang wilayah Kabupaten. Jurnal Agrista.
Evacuasiany E, H. William, dan S. Santosa. 2004. Pengaruh Biji Jengkol (Pithecellobium jiringa) terhadap Kadar Glukosa Darah Mencit Galur Balb/c. JKM. Vol. 4, No l.
Hardjowigeno S. (2007). Ilmu Tanah. Jakarta: Akademika Pressindo.
Maxiselly, Y. D. Ustari ∙ A. Ismail ∙ A. Karuniawan. (2016). Pola Penyebaran Tanaman Jengkol (Pithecellobium jiringa (Jack) Prain.) di Jawa Barat Bagian Selatan berdasarkan Karakter Morfologi. Jurnal Kultivasi, 15(1), 8-13.
Monografi. (2019). Desa Mandalawangi. Kecamatan Nagreg. Kabupaten Bandung.
Natawijaya, A, A. Karuniawan, dan C. Bakti. (2009). Eksplorasi dan analisis kekerabatan Amorphopallus blume Ex. Decaisne di sumatera barat. Zuriat 20 (2).
Nawir, A.A., Murniati, L. Rumboko. (2008). Rehabilitasi Hutan Indonesia dengan Tanaman Serba Guna. Semarang: Dinas Pertanian.
Nurdansyah F, Dyah Ayu Widyastuti, Andita Ayu Mandasari. (2019). Karakteristik Simplisia dan Ekstrak Etanol Kulit Petai (Parkia speciosa) dengan Metode Maserasi. Prosiding seminar Nasional Sains dan Enterpreneurship VI.
Permenhut No. P.67/Menhut-II/2006 Tahun 2006 tentang Kriteria dan Standar Inventarisasi Hutan.
Rahim, S.E. (2000). Pengendalian Erosi Tanah dalam Rangka Pelestarian Lingkungan Hidup. Jakarta: Bumi Aksara.
Ritung S, Nungroho K, Mulyani A, Suryani E. (2012). Petunjuk Teknis Evaluasi Lahan untuk Komoditas Pertanian. Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementrian Pertanian.
Rostianingsih S., K. gunadi, dan I. Handoyo. (2004). Pemodelan Peta Topografi ke Objek Tiga Dimensi. Jurnal Informatika 5(1), 14-21. Retrieved from https://ojs.petra.ac.id/ojsnew/index.php/inf/article/view/15439.
Sastrapraja S. (2012). Perjalanan Panjang Tanaman Indonesia. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Suyanto, Hafizianur, Nugroho Y. (2009). Inventarisasi Jenis–Jenis Pohon Bermanfaat Ganda Unggulan Lokal (Multy Purpose Tree Species) Berdasarkan Kondisi Ekologisnya Dalam Rangka Upaya Rehabilitasi Lahan Kritis di Kabupaten Banjar. Jurnal Hutan Hujan Tropis Borneo.
Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2009 Tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan.
Wahyudin, Y. (2009). Budidaya Kopi. Jurnal Budidaya Tanaman Perkebunan.
Yahia, EM. (2011). Mangifera indica L in Postharvest Biology and Technology of Tropical and Subtropical Fruits. Elsevier. Woodhead Publishing Series in Food Science, Technology and Nutrition, Pages 492-565, 566e-567e.

Downloads

Published

2022-04-25

Issue

Section

Articles