KEANEKARAGAMAN TANAMAN PANGAN KEHUTANAN PADA LAHAN AGROFORESRTRI DI DESA HAURKUNING KECAMATAN NUSAHERANG KABUPATEN KUNINGAN

Authors

  • Ai Nurlaila Fakultas Kehutanan UNIKU
  • Ika Karyaningsih Fakultas Kehutanan UNIKU
  • Dian Rudiansah Fakultas Kehutanan UNIKU

DOI:

https://doi.org/10.35138/wanamukti.v22i1.324

Keywords:

Agroforestry, Cultivation status, Diversity, Haurkuning Village

Abstract

Food needs continue to increase from year to year and one of efforts in increasing food production is to cultivate forest land with potential food crops with agroforestry systems found in Haurkuning Village. The present study was conducted in March to June 2018 and aimed to determine the diversity of forestry food crops on agroforestry land and its cultivation status. This study was conducted by using interview method to every agroforestry farmer who had > 0.25 ha of land by means of random sampling. According to Regulation of Forestry Minister: 35 / Forestry Ministry-II / 2007 in Haurkuning Village there are 19 types of food crops consisting of 5 types of plants as sources of carbohydrates, 13 types of fruit-producing plants and 2 producers of fat oil, 60% of these food crops are cultivated by the society, which includes seed preparation, planting, maintenance and harvesting.

References

Adiputranto, H. (1995). Peranan Kegiatan Insus Tumpangsari Perhutanan Sosial terhadap Tingkat Pendapatan Petani di Resort Pemangkuan Hutan Wilangan, BKPH Wilangan Utara, KPH Saradan. Skripsi. Fakultas Kehutanan UGM, Yogyakarta.
Andri, DP. Y. (2018). Semester 1/2018, Impor Pangan Indonesia Membengkak. Retrieved from https://ekonomi.bisnis.com/read/20180717/12/817413/semester-i2018-impor-pangan-indonesia-membengkak.
Dwiapriyanto, D., Hardjanto. Hero, Y. (2016). Peningkatan Peran Hutan Rakyat Dalam Mendukung Ketahanan Pangan Dan Penanggulangan Kemiskinan (Studi Kasus Di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor). Jurnal Silvikultur Tropika, 7(3), 165-173.
[Dephut] Departemen Kehutanan. (2007). Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 35 tahun 2007 tentang Hasil Hutan Bukan Kayu. Jakarta: Dephut.
[Dephut] Departemen Kehutanan. (1999). Undang-Undang Nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan. Jakarta: Dephut.
Dinas Pertanian Kabupaten Kuningan. (2018). Data Hutan Rakyat. https://distan.kuningankab.go.id/direktori/data-hutan-rakyat.
Hairiah, K., M.A., Sardjono, dan S. Sabarnurdin. (2003). Pengantar Agroforestri. Bogor: World Agroforestry Centre (ICRAF).
Hidayati S. (2013). Analisis Penerapan Pengetahuan Etnobatani Masyarakat Baduy dalam Ketahanan Pangan. Tesis. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
[KBBI] Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2008. Jakarta (ID): Balai Pustaka.
Moeljopawiro, S. dan Manwan I. (1992). Pengembangan Pemanfaatan Tanaman Pangan di Indonesia. Prosiding Seminar dan Lokakarya Nasional Etnobotani. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Departemen Pertanian dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia: Bogor.
Setneg Republik Indonesia. (1996). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 68 Tahun 2002 tentang Ketahanan Pangan.
Widiyanto A., Siarudin M. (2013). Minyak Lemak, Salah Satu Potensi Hasil Hutan Bukan Kayu Yang Perlu Dikembangkan. Balai Penelitian Teknologi Agroforestri. Ciamis. Retrieved Desember 26, 2018, from, https://www.Researchgate.Net/Publication/299981427_Minyak_Lemak_Salah_Satu_Potensi_Hasil_Hutan_Bukan_Kayu_Yang_Perlu_Dikembangkan.

Downloads

Published

2021-11-10

Issue

Section

Articles