ANALISIS EKOLOGI PADA SKEMA IZIN PEMANFAATAN PERHUTANAN SOSIAL DI KAWASAN HUTAN LINDUNG GUNUNG RAKUTAK JAWA BARAT
DOI:
https://doi.org/10.35138/wanamukti.v26i1.607Keywords:
ecological characteristics, social forestry, vegetationAbstract
Social forestry is a program that aims to realize sustainable forest management. There are three important components in Social Forestry, namely ecology, economy, and social. Ecological characteristics are one important aspect that indicates the success of the program. The purpose of this study was to identify the ecological characteristics of the Social Forestry Permits (SFP) scheme in Mount Rakutak Protected Forest, KPH Bandung Selatan. The data collected are land characteristics and vegetation characteristics. The method used is field observation, codding and literature study. The land characteristics in Mount Rakutak Protected Forest area are loam-sandy soil, soil temperature ranges from 20.5°C-29.8°C, soil moisture ranges from 13-90%, soil pH ranges from 2-6.9, and slope ranges from 60 -85%. The total land cover area decreased by 0.04 m2 in 2019, and, the average NDVI in 2021 (after SFP) has decreased compared to 2015 (before SFP). The results show that the SFP Scheme has not had a significant impact on forest coverage in Mount Rakutak Protected Forest area. Vegetation characterization based on vegetation composition was classified as moderate with an average of 3 species found in each village. The vegetation diversity index is low to medium with values ranging from 0-1.95, and there are four dominant species, namely Eucalyptus spp., Pinus merkusii, Persea americana, and Coffea robusta. Based on ecological analysis, it indicates that the Social Forestry Program with the SFP scheme has not shown a sustainable condition.References
Anonim. (1999). Undang-Undang No 41 tentang Kehutanan. Jakarta.
Anonim. (2016). Peraturan Menteri LHK No. 83/2016 tentang Perhutanan Sosial. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Jakarta.
Anonim. (2017). Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.39/Menlhk/Setjen/Kum.1/6/2017 tentang Perhutanan Sosial di Wilayah Kerja Perum Perhutani. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Jakarta.
Anonim. (2019). Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.41/menlhk/setjen/kum.1/7/2019 Tahun 2019 Tentang Rencana Kehutanan Tingkat Nasional Tahun 2011-2030. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Jakarta.
Aletrino, L. (2021). Dampak Program Perhutanan Sosial Terhadap Pendapatan Masyarakat Di Hutan Nagari Sungai Buluh Kecamatan Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman. Thesis. Universitas Andalas, Padang Sumatera Barat.
Ardhana, I. P. G. (2011). Teknik Agroforestri di Areal Hutan Kemasyarakatan Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 16(2), 81–90
BAPPENAS, 2000. Sistem Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. Budidaya Pertanian Alpukat/Avokad. Jakarta.
Departemen Kehutanan, 1994. Eucalyptus. Pedoman Teknis Penanaman Jenis-Jenis Kayu Komersial. Badan Litbang Departemen Kehutanan. http://www.indonesiaforest.com/tanaman_andalan/eucalyptus.PDF
Fitriana, Z.E., Putra, Y.S., dan Zulfian, 2021. Pengaruh Kerapatan Vegetasi terhadap Suhu Permukaan menggunakan Data Landsat 8 (Study Kasus: Kota Pontianak, Kalimantan Barat). Prisma Fisika, 9(2):152-159.
Hardiwinoto S., Nurjanto H.H., Nugroho A.W., dan Widiyatno, 2010. Pengaruh Komposisi Dan Bahan Mediaterhadap Pertumbuhan Semai Pinus (Pinus merkusii). Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, 8(1), 9-18.
Hutomo, P., Sofhani T.F., Gunawan B., dan Syamsudin T.S., 2018. Collaborative Behavior Network on Management of Mount Geulis Protected Forest at Sumedang Regency, West Java Province, Indonesia. Journal of Sustainability Science and Management, 13 (2): 85-102. Penerbit UMT.
Laksemi, N. P. S. T., Sulistyawati, E., dan Mulyaningrum, 2019. Sustainable Social Forestry in Bali (A Case Study at Hutan Desa Wanagiri). J. Sylva Lestari, 72 p. 150, 2019, doi: 10.23960/jsl27150-163.
Maranato, E. T., 2019. Aktivitas Mikroorganisme Di Bawah Tegakan Pinus (Pinus merkusii) Dan Eukaliptus (Eucalyptus sp.). Skripsi. Universitas Sumatera Utara. Medan.
Muhdian, 2017. Strategi Pengembangan Perhutanan Sosial di Sumatera Barat. Thesis. Universitas Andalas. Padang.
Poerwowidodo, 1991. Gatra Tanah Dalam Pembangunan Hutan Tanaman di Indonesia. Penerbit Rajawali. Jakarta.
Pokharel, R. K., Neupane P. R., Tiwari, K. R., dan Köh, M., 2015. Assessing the sustainability in community based forestry:A case from Nepal. Forest Policy and Economics, 58: 75-84.
Pujo, Sofhani T.F., Gunawan B., dan Syamsudin T.S., 2018. Community Capacity Building in Social Forestry Development: A Review. Journal of Regional and City Planning, 29 (2): 113-126. ITB Journal Publisher.
Rahayu, S., Khususiyah N., Galudra, G., dan Sofiyuddin, M., 2016. Pemantauan dan Evaluasi Pengelolaan Hutan Desa Berbasis Masyarakat.World Agroforesty Centre (ICRAF)- Southeast Asia Regional Program. Bogor.Indonesia.
Simon, H., 2001. Pengelolaan Hutan Bersama Rakyat (Cooperative Forest Management) Teori dan Aplikasi pada hutan Jati di Jawa. Bigraf Publishing. Yogyakarta.
Simon, H., 2004. Aspek Sosio – Teknis Pengelolaan Hutan Jati di Jawa. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Sampurno, R. M., dan Thoriq, A., 2016. Klasifikasi Tutupan Lahan Menggunakan Citra Landsat 8 Operational Land Imager (OLI) Di Kabupaten Sumedang. Jurnal Teknotan, 10(2):. 61-70.
Sudaryanto, R., 2010. Analisis Penggunaan Lahan Pertanian di Kawasan Lindung DAS Samin Untuk Mitigasi Bencana Longsor dan Banjir. Jurnal Ilmu Tanah dan Agroklimatologi 7(1). Surakarta.
Sutan, T. D., dan Tati, B. K., 2018. Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Kopi Robusta (Coffea robusta) di Desa Pajahan Kecamatan Pupuan Kabupaten Tabanan. Jurnal Agroekoteknologi Tropika, 7(2): 230-241.
Warner, K., 2000. Forestry and sustainable livelihoods. Unasylva 202, Vol. 51- 2000/3. FAO, Rome.
Yusuf, M., Sulistyawati, E., dan Suhaya, Y. (2014). Distribusi Biomassa di Atas dan Bawah Permukaan dari Surian (Toona sinensis Roem.) Jurnal Matematika & Sains, 19(2): 69-75. Institut Teknologi Bandung.
Anonim. (2016). Peraturan Menteri LHK No. 83/2016 tentang Perhutanan Sosial. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Jakarta.
Anonim. (2017). Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.39/Menlhk/Setjen/Kum.1/6/2017 tentang Perhutanan Sosial di Wilayah Kerja Perum Perhutani. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Jakarta.
Anonim. (2019). Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.41/menlhk/setjen/kum.1/7/2019 Tahun 2019 Tentang Rencana Kehutanan Tingkat Nasional Tahun 2011-2030. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Jakarta.
Aletrino, L. (2021). Dampak Program Perhutanan Sosial Terhadap Pendapatan Masyarakat Di Hutan Nagari Sungai Buluh Kecamatan Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman. Thesis. Universitas Andalas, Padang Sumatera Barat.
Ardhana, I. P. G. (2011). Teknik Agroforestri di Areal Hutan Kemasyarakatan Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 16(2), 81–90
BAPPENAS, 2000. Sistem Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. Budidaya Pertanian Alpukat/Avokad. Jakarta.
Departemen Kehutanan, 1994. Eucalyptus. Pedoman Teknis Penanaman Jenis-Jenis Kayu Komersial. Badan Litbang Departemen Kehutanan. http://www.indonesiaforest.com/tanaman_andalan/eucalyptus.PDF
Fitriana, Z.E., Putra, Y.S., dan Zulfian, 2021. Pengaruh Kerapatan Vegetasi terhadap Suhu Permukaan menggunakan Data Landsat 8 (Study Kasus: Kota Pontianak, Kalimantan Barat). Prisma Fisika, 9(2):152-159.
Hardiwinoto S., Nurjanto H.H., Nugroho A.W., dan Widiyatno, 2010. Pengaruh Komposisi Dan Bahan Mediaterhadap Pertumbuhan Semai Pinus (Pinus merkusii). Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, 8(1), 9-18.
Hutomo, P., Sofhani T.F., Gunawan B., dan Syamsudin T.S., 2018. Collaborative Behavior Network on Management of Mount Geulis Protected Forest at Sumedang Regency, West Java Province, Indonesia. Journal of Sustainability Science and Management, 13 (2): 85-102. Penerbit UMT.
Laksemi, N. P. S. T., Sulistyawati, E., dan Mulyaningrum, 2019. Sustainable Social Forestry in Bali (A Case Study at Hutan Desa Wanagiri). J. Sylva Lestari, 72 p. 150, 2019, doi: 10.23960/jsl27150-163.
Maranato, E. T., 2019. Aktivitas Mikroorganisme Di Bawah Tegakan Pinus (Pinus merkusii) Dan Eukaliptus (Eucalyptus sp.). Skripsi. Universitas Sumatera Utara. Medan.
Muhdian, 2017. Strategi Pengembangan Perhutanan Sosial di Sumatera Barat. Thesis. Universitas Andalas. Padang.
Poerwowidodo, 1991. Gatra Tanah Dalam Pembangunan Hutan Tanaman di Indonesia. Penerbit Rajawali. Jakarta.
Pokharel, R. K., Neupane P. R., Tiwari, K. R., dan Köh, M., 2015. Assessing the sustainability in community based forestry:A case from Nepal. Forest Policy and Economics, 58: 75-84.
Pujo, Sofhani T.F., Gunawan B., dan Syamsudin T.S., 2018. Community Capacity Building in Social Forestry Development: A Review. Journal of Regional and City Planning, 29 (2): 113-126. ITB Journal Publisher.
Rahayu, S., Khususiyah N., Galudra, G., dan Sofiyuddin, M., 2016. Pemantauan dan Evaluasi Pengelolaan Hutan Desa Berbasis Masyarakat.World Agroforesty Centre (ICRAF)- Southeast Asia Regional Program. Bogor.Indonesia.
Simon, H., 2001. Pengelolaan Hutan Bersama Rakyat (Cooperative Forest Management) Teori dan Aplikasi pada hutan Jati di Jawa. Bigraf Publishing. Yogyakarta.
Simon, H., 2004. Aspek Sosio – Teknis Pengelolaan Hutan Jati di Jawa. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Sampurno, R. M., dan Thoriq, A., 2016. Klasifikasi Tutupan Lahan Menggunakan Citra Landsat 8 Operational Land Imager (OLI) Di Kabupaten Sumedang. Jurnal Teknotan, 10(2):. 61-70.
Sudaryanto, R., 2010. Analisis Penggunaan Lahan Pertanian di Kawasan Lindung DAS Samin Untuk Mitigasi Bencana Longsor dan Banjir. Jurnal Ilmu Tanah dan Agroklimatologi 7(1). Surakarta.
Sutan, T. D., dan Tati, B. K., 2018. Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Kopi Robusta (Coffea robusta) di Desa Pajahan Kecamatan Pupuan Kabupaten Tabanan. Jurnal Agroekoteknologi Tropika, 7(2): 230-241.
Warner, K., 2000. Forestry and sustainable livelihoods. Unasylva 202, Vol. 51- 2000/3. FAO, Rome.
Yusuf, M., Sulistyawati, E., dan Suhaya, Y. (2014). Distribusi Biomassa di Atas dan Bawah Permukaan dari Surian (Toona sinensis Roem.) Jurnal Matematika & Sains, 19(2): 69-75. Institut Teknologi Bandung.
Downloads
Published
2023-11-22
Issue
Section
Articles
License
Copyright (c) 2023 Wanamukti: Jurnal Penelitian Kehutanan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish articles in this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright of the article and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a CC-BY-SA or The Creative Commons Attribution–ShareAlike License.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).



