IDENTIFIKASI BENTUK KERUSAKAN MANGROVE AKIBAT FAKTOR BIOTIK DAN ABIOTIK
DOI:
https://doi.org/10.35138/wanamukti.v26i2.643Abstract
Hutan mangrove sangat bermanfaat bagi masyarakat yang berada disekitarnya, Masyrakat disekitar kawasan dapat secara langsung berinteraksi dengan hutan mangrove melalui kegiatan-kegiatan yang dilakukan di sekitar kawasan, hutan mangrove juga mempunyai manfaat yang sangat besar untuk menjaga biota laut maupun penahan abrasi, itu juga masyarakat selalu memanfaatkan mangrove untuk kayu bangunan dan kayu bakar demi memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui bentuk kerusakan pada mangrove akibat faktor biotik dan Faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua jenis mangrove yang mengalami kerusakan baik yang disebabkan oleh faktor biotik maupun faktor abiotik. kedua jenis mangrove tersebut yaitu, Soneratia alba dan Rhizophora sp. Sedangkan bentuk kerusakan pada tanaman mangrove disebabkan karena faktor biotik yaitu serangan hama ulat kantong (Pagodiella sp) dan Gastropoda. Serangan hama ulat kantong menyerang daun mangrove dengan cara memakan pada bagian bawah permukaan daun sehingga daun berlubang-lubang. Serangan ulat kantong ini dapat menyerang tanaman mangrove pada tingkat semai dan pancang. Sedangkan gejala dan tanda mangrove yang diserang oleh Gastropoda, biasanya menempel pada bagian batang hingga daun sampai berlubang dan gundul. Kerusakan akibat kelompok Gastropoda menyebabkan jenis mangrove kehilangan daunnya karena habis dimakan. Bentuk kerusakan karena faktor abiotik yaitu sampah plastic, sampah kayu, sampah buah busuk, sterofoam, kaleng minuman, makanan, pempears maupun sampah rumah tangga, aneka bekas kemasan makanan atau minuman, kain atau baju bekas, mainan berupa boneka maupun bola plastik atau yang terbuat dari kain. Dampak utama pencemaran sampah plastik adalah matinya vegetasi melalui dua mekanisme, yaitu mati setelah tertimbun sampah dan mati akibat tumpukan sampah plastik yang mempengaruhi aliran keluar - masuknya air pasang surut, yang menyebabkan terganggunya pasokan hara bagi vegetasi mangrove, karena hara di hutan mangrove sebagian masuk melalui pasang surut.
References
Kalshoven. (2000). Panduan Identifikasi Serangga. PT Gunung Mulia, Jakarta.
Natawigena. (2000). Perhitungan Luas Serangan akibat Serangan Hama (Buku Pegangan Mahasiswa). Andi Ofset, Jogyakarta.
Pramudji. (2000). Dampak Perilaku Manusia pada Ekosistem Hutan Mangrove di Indonesia. Oseana 25(2), 13-20.
Purwoko, Popy Febrianti, Alifah Ayu Wulandari, Alfa Putra Benariva, Amanda Tiara, Muhammad Qeis Tsal Sabiel, Rifqi Risaandi, Anita Jannati, Arie Nugrah, Nita Noriko, Taufik Priambodo. (2015). Ketahanan Vegetasi Wilayah Mangrove Suaka Margasatwa Muara Angke, DKI Jakarta terhadap Sampah dari Aliran Sungai. Program Studi Bioteknologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Al Azhar Indonesia.
Rahmawaty. (2006). Upaya Pelestarian Mangrove Berdasarkan Pendekatan Masyarakat. Karya Ilmiah. Departemen Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara.
Ritohardoyo dan Galuh (2013). Arahan Kebijakan Pengelolaan Hutan Mangrove Kasus Pesisir Kecamatan Teluk Pakedai, Kabupaten KubuRaya, Provinsi Kalimantan Barat. Jurnal Geografi 11(1), 44 – 57.
Roswita Hafni. (2015). Analisis Dampak Rehabilitasi Hutan Mangrove Terhadap Pendapatan Masyarakat Desa Lubuk Kertang Kabupaten Langkat. Karya Ilmiah. Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah, Suamtera Utara.
Welly Martehn, W Sanjaya, IN Sumerta, DN Anom. (2010). Identifikasi Flora dan Fauna Mangrove Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan. Coral Triangel Center.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Wanamukti: Jurnal Penelitian Kehutanan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish articles in this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright of the article and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a CC-BY-SA or The Creative Commons Attribution–ShareAlike License.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).



