SISTEM PENGELOLAAN DAN KONTRIBUSI HUTAN RAKYAT DI DESA TAMBAKBAYA KABUPATEN KUNINGAN

Authors

  • Dede Kosasih Program Studi Kehutanan Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Universitas Kuningan, Kabupaten Kuningan Jawa Barat, Indonesia
  • Feri Hidayat Program Studi Kehutanan Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Universitas Kuningan, Kabupaten Kuningan Jawa Barat, Indonesia
  • Yayan Hendrayana Program Studi Kehutanan Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Universitas Kuningan, Kabupaten Kuningan Jawa Barat, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.35138/wanamukti.v27i1.696

Keywords:

Community forestry, Contribution, Management system, Revenue

Abstract

ABSTRACT

Community forests are a type of natural resource management capital initiated by the community, namely community forests that are built independently by the community, intended for the production of wood or forest products, accompanied by economic goals in order to increase community income and welfare. One of the villages in Kuningan Regency, namely Tambakbaya Village, is a village that manages community forests with an area of 72,884 ha. Tambakybaya Village is a community forest location that is easy to reach and is supported by lots of public transportation with good roads to traverse. This research was carried out from March 2022 to July 2022 in a 9 ha community forest in Tambakbaya Village, Garawangi District, Kuningan Regency. The data collection method in this research uses interviews, while the data analysis method uses a Likert scale and analyzes the contribution of forests to toll revenues and the contribution to the UMR. The community forest management system in Tambak Baya Village with a monoculture system is in the medium category. The polyculture system is only found in the people's management system. The polyculture system is only found in land preparation activities, plant spacing, weeding, fertilizing, pruning and harvest preparation which are included in the good category. The contribution of community forests to total community income is 22,460,042 with a percentage of 18.1%, while the minimum wage for Kuningan Regency is 18.6%

References

DAFTAR PUSTAKA
Abolla, N. M. 2019. Pengaruh sistem penanaman dan pendangiran terhadap hasil padi pada periode transisi organik. Partner, (19,(1)
Bakti, G., Supriono, B., & Meiganati, K. 2018. Pendugaan Potensi Tegakan Dan Kontribusi Hutan Rakyat Terhadap Pendapatan Masyarakat Di Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor. Journal Nusa Sylva, (18),(2)
Fathin, S., & Purbajanti, E. 2019. Pertumbuhan dan hasil Kailan (Brassica oleracea var. Alboglabra) pada berbagai dosis pupuk kambing dan frekuensi pemupukan Nitrogen. Jurnal Pertanian Tropik, (6),(3)
Hendro, H., Ariyanto, S., & Sudjianto, U. 2021. Pemberdayaan Masyarakat Melalui Penerapan Agroforestri Pada Lahan Kritis Di Desa Wonosoco Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus. Jurnal Layanan Masyarakat, (3),(2)
Mapegau, M., Fitriani, M., Hayati, I., & Sari, R. 2022. Pengaruh pemangkasan daun pada posisi spesifik terhadap hasil tanaman jagung. Biospecies, Vol 15, No 2.
Musdi, Hardjanto, & Sundawati, L. 2020. Kontribusi Hutan Rakyat Terhadap Pendapatan Petani Di Kecamatan Kabawo Kabupaten Muna. Jurnal Penelitian Kehutanan Bonita, (2),(2)
Pratama, R., Yuwono, B., & Hilmanto, R. 2015. Pengelolaan Hutan Rakyat Oleh Kelompok Pemilik Hutan Rakyat Di Desa Bandar Dalam Kecamatan Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan. Journal Sylva Lestari, (3),(2)
Sabar, A., & Pagilingan, G. 2019. Sistem Pengelolaan Hutan Rakyat dan Pengaruhnya Terhadap Pendapatan Masyarakat. Food and Forest, (1),(1)
Sahran, R., Pembengo, W., & Dude, S. 2018. Pengaruh Waktu Penyiangan dan Jenis Mulsa Organik Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Nilam ( Pogostemon cablin Benth). Jati, (7),(1)
Sanjaya, R., Wulandari, C., & Herwanti, S. 2017. Evaluasi Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan (HKm) pada Gabungan Kelompok Tani Rukun Lestari Sejahtera di Desa Sindang Pagar Kecamatan Sumberjaya Kabupaten Lampung Barat. Jurnal Sylva Lestari, (5),(2)
Sanudin, & Fauziyah, E. 2015. Karakteristik hutan rakyat berdasarkan orientasi pengelolaannya: Kasus Desa Sukamaju, Ciamis dan Desa Kiarajangkung, Tasikmalaya, Jawa Barat. Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia. Depok: 20 Desember 2015. Depok : Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Sari, T. 2016. Faktor-Faktor Penyebab Perbedaan Hasil Sadap Petani Karet Di Dusun IV Desa Lubuk Rukam Kecamatan Peninjauan Kabupaten Ogan Komering Ulu Sumatera Selatan. [skripsi]]. Lampung: Universitas Lampung.
Sukendro, A., & Amir, A. 2022. Pengaruh Penjarangan Dan Lokasi Terhadap Pertumbuhan Tegakan Jabon ( Anthocephalus cadamba ) Kabupaten Bandung Barat. Silvikultur Tropika, (13,(3)
Warsiyah, & Basuki. 2013. Pola Tanam Masyarakat Di Sekitar Hutan Bunder Gunung Kidul. Jurnal Rekayasa Lingkungan, (13,(1)
Widiyanto, A. 2016. Pengaruh teknik silvikultur terhadap kualitas kayu
Wiyana, E. 2020. Sistem Pengelolaan Dan Potensi Hutan Rakyat Di Desa Rambung Baru Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang. [skripsi]. Medan: Universitas Sumatera Utara.

Downloads

Published

2024-07-27

Issue

Section

Articles