ANALISIS TINGKAT BAHAYA EROSI DI SUBDAS TAPUNG KANAN DAS SIAK PROVINSI RIAU
DOI:
https://doi.org/10.35138/wanamukti.v28i2.986Abstract
Sub Daerah Aliran Sungai (Sub DAS) Tapung Kanan merupakan bagian dari DAS Siak yang terdapat di daerah hulu. Sub DAS Tapung Kanan termasuk kedalam DAS prioritas yang membutuhkan penanganan karena tingginya tingkat kekritisan lahan pada Daerah Tangkapan Air (DTA) DAS ini. Perubahan kondisi hidrologi DAS sebagai dampak perluasan lahan kawasan budidaya yang tidak terkendali tanpa memperhatikan kaidah-kaidah konservasi tanah dan air seringkali mengarah pada kondisi yang kurang diinginkan, yaitu peningkatan erosi dan sedimentasi, penurunan produktivitas lahan, dan percepatan degradasi lahan. Oleh karena itu, data eosi pada Subdas Tapung Kanan menarik untuk diteliti mengingat peran penting sebagai bagian dari DAS Siak sebagai salah satu DAS utama di Provinsi Riau. Metode prediksi erosi yang digunakan metode Universal Soil Loss Equation (USLE). Nilai rata-rata erosi di Subdas Tapung Kanan adalah 320,52 Ton/Ha/Tahun, sebagian besar wilayah Subdas Tapung Kanan berada pada tingkat Ringan (47,7 %) dan sangat ringan (30,47 %). Sebagain besar wilayah tengah Subdas ini berada pada tingkat sangat ringan, ringan dan sedang. Sedangkan TBE kategori berat dan sangat berat terdapat pada wilayah perbatasan dengan subdas Tapung Kiri, Mandau dan Takuana. Berdasarkan hasil analisis dan identifikasi tutupan lahan serta tingkat lereng lahan dapat disarankan agar dapat diterapkan konservasi tanah dan air baik berupa sipil teknis, vegetative maupun kombinasi kedua nya dapat diterapkan pada area-area tersebut agar kondisi TBE di Subdas Tapung Kanan dapat diperbaiki.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish articles in this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright of the article and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a CC-BY-SA or The Creative Commons Attribution–ShareAlike License.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).



