Penataan Kawasan Kumuh Pulosari di Kelurahan Tamasari Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung
DOI:
https://doi.org/10.35138/gp.v1i2.124Abstract
Pada saat ini, permukiman merupakan salah satu masalah yang semakin membebani dunia. Pada tahun 2016 diperkirakan 1/6 dari jumlah total penduduk dunia (sekitar 1 milyar) tinggal di rumah tidak layak dan seratus juta di antaranya tinggal di daerah kumuh. Laju pertumbuhan penduduk tidak diiringi pemenuhan kebutuhan dan keterbatasan sumberdaya. Hal tersebut dapat dilihat dari data Susenas bahwa pada tahun 2010, diperkirakan diantara 260 juta orang penduduk Indonesia masih terdapat 4.338.862 rumah tangga yang belum memiliki rumah. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut dibutuhkan kurang lebih 800.000 unit rumah baru setiap tahunnya agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan tempat tinggal. Di samping kebutuhan masyarakat akan penyediaan fasilitas perumahan, sekitar 13 juta unit rumah memerlukan peningkatan kualitas rumah agar menjadi layak huni seriap tahunnya (Data Susenas, 2010). Di perkotaan, masalah permukiman menjadi jauh lebih kompleks yang disebabkan oleh migrasi penduduk ke perkotaan yang semakin tinggi. Tahun 1995 jumlah penduduk perkotaan menjadi sekitar 71.88 juta (36,91% jumlah nasional). Sensus penduduk tahun 2000 mencatat total jumlah penduduk adalah 206.264.595 jiwa dengan tingkat migrasi penduduk ke kawasan perkotaan mencapai 40% dan diperkirakan akan menjadi 60% pada tahun 2025, yaitu sekitar 160 juta orang (www.bps.go.id). Penelitian yang dilakukan Bank Dunia menunjukkan laju pertumbuhan penduduk perkotaan pada kurun waktu 1990-2010 tercatat setinggi 4,4% pertahun, sementara pertumbuhan penduduk keseluruhan hanya 1,6% pertahun (World Bank, 2013). Peningkatan jumlah penduduk perkotaan tersebut akan berdampak besar terhadap permintaan akan fasilitas perumahan dan permukiman, karena pada dasarnya merupakan salah satu kebutuhan dasar pendudukDownloads
Published
2017-11-20
Issue
Section
Articles
License
Authors who publish articles in this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright of the article and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a CC-BY-SA or The Creative Commons Attribution–ShareAlike License.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published workÂ



