Analisis Resiko Kesehatan Paru-Paru Akibat Paparan PM2.5 pada Pekerja di TPA Sarimukti Kabupaten Bandung Barat

Health Risk Analysis of Lung Function Due to PM₂.₅ Exposure Among Workers at the Sarimukti Landfill, West Bandung Regency

Authors

  • Athifa Marsha Tarmidi Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Perencanaan dan Arsitektur, Universitas Winaya Mukti
  • Katharina Oginawati Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Teknologi Bandung.

DOI:

https://doi.org/10.35138/geoplanart.v8i1.1333

Abstract

Pengelolaan sampah secara controlled landfill di TPA Sarimukti menyebabkan paparan partikel halus (PM₂.₅) yang berpotensi membahayakan kesehatan paru-paru pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi risiko non-karsinogenik paparan PM₂.₅ serta hubungannya dengan fungsi paru, khususnya nilai FEV₁ dan FVC. Studi ini menggunakan desain epidemiologi cross-sectional yang melibatkan 31 pekerja TPA dan 10 orang kelompok kontrol. Konsentrasi PM₂.₅ terhirup diukur menggunakan alat personal sampler (PurpleAir II SD) selama 8 jam kerja selama 6 hari, dan intake dihitung berdasarkan berat badan, durasi paparan harian, dan frekuensi kerja. Pemeriksaan fungsi paru dilakukan dengan spirometri. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh responden memiliki nilai Hazard Quotient (HQ) < 1, yang mengindikasikan bahwa paparan PM₂.₅ masih berada dalam tingkat aman secara non-karsinogenik. Namun demikian, terdapat korelasi negatif signifikan antara intake PM₂.₅ dengan FVC% (rₛ = –0,364; p = 0,019) dan FEV1.0% (rₛ = –0,472; p = 0,002), menunjukkan bahwa semakin tinggi paparan, semakin rendah kapasitas paru yang dimiliki pekerja. Selain itu, kebiasaan merokok juga terbukti berpengaruh negatif signifikan terhadap FEV₁ dan FVC (p < 0,005). Temuan ini menegaskan bahwa meskipun tingkat paparan PM₂.₅ tidak melebihi ambang batas toksikologi, paparan kronis tetap berdampak terhadap fungsi paru, terlebih jika dikombinasikan dengan faktor risiko lain seperti kebiasaan merokok. Oleh karena itu, upaya pengendalian paparan serta edukasi gaya hidup sehat sangat diperlukan bagi pekerja TPA.

Published

2026-08-10