DESAIN RUANG KOMUNITAS YANG BERKELANJUTAN PADA ARENA KONTES TERNAK

Authors

  • Husna Izzati Program Studi Arsitektur, ST INTEN Bandung

DOI:

https://doi.org/10.35138/gp.v1i2.140

Keywords:

Ruang Publik, Kontes Ternak, daya tarik wisata, budaya dan kesenian, Kabupaten Bandung

Abstract

Sektor peternakan merupakan salah satu potensi wisata Kabupaten Bandung yang patut diperhitungkan keberadaannya dan memerlukan upaya optimal pemerintah dan masyarakat dalam upaya meningkatkan kualitasnya. Seiring dengan meningkatnya populasi, berbagai upaya terus dilakukan untuk meningkatkan produksi dan kualitas ternak. Penelitian untuk menghasilkan bibit-bibit unggul dari ternakpun terus ditingkatkan. Sejalan dengan hal tersebut, animo masyarakat terhadap bidang peternakan makin berkembang. Kegiatan beternak saat ini tidak hanya sebatas urusan mencari nafkah atau penyaluran hobi, tetapi berkembang menjadi kebutuhan akan apresiasi seni dan budaya. Berbagai kontes ternak dilakukan dengan tujuan untuk menemukan bibit unggul, meningkatkan daya saing secara positif antar peternak, berbagi pengalaman sesama peternak, menghibur masyarakat, hingga upaya untuk mengangkat dan mempertahankan budaya dan kesenian daerah. Kegiatan kontes ini biasanya dilakukan di lapangan-lapangan terbuka di area pemukiman dan beberapa area insidental yang dikenal sebagai arena kontes. Masih sangat jarang terdapat area yang secara infrastruktur diperuntukkan sebagai arena kontes ternak. Metodologi dari kajian desain arena kontes ternak menggunakan kualitatif deskriptif dengan tujuan menggambarkan fenomena-fenomena yang ada melalui survey dan studi kasus, analisis dokumen, dan analisis kegiatan. Desain arena kontes ternak diharapkan menjadi infrastruktur milik pemerintah yang bisa mewadahi aktivitas dan kegiatan masyarakat terutama komunitas peternak. Sebagai wadah berkegiatan, desain terdiri dari dua zonasi area yaitu fasilitas utama (Tribun dan lapangan, dan area tambatan ternak) dan fasilitas penunjang (bangunan tiket dan pengelola, bangunan area istirahat untuk VIP , toilet dan mushola).

References

Proyek Perencanaan Arena Kontes Ternak, 2014, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bandung.
Wardhana, Mahendra, 2016, Proceeding, Ruang Publik Untuk Menunjang Pemenuhan Kebutuhan Sosial Pada Perumahan Dan Permukiman Berkelanjutan, Surabaya, ITS http://digilib.its.ac.id/ITS-Proceeding-38114140000154/40376 diakses 4 November 2017
Sunaryo, Rony Gunawan; Soewarno, Nindyo, Ikaputra, Setiawan, bakti, 2010, Jurnal Posisi Ruang Publik dalam Transformasi Konsepsi Urbanitas Kota Indonesia, Surabaya, Univ.Petra
http://repository.petra.ac.id/15517/1/Posisi_Ruang_Publik_dalam_Transformasi_Konsepsi_Urb anitas_Kota_Indonesia.pdf diakses 4 November 2017
https://www.kompasiana.com/yume_thedreamer/menuju-ruang-publik-kota-yang berkelanjutan_560abf9d4523bd751643bd4d diakses 4 November 2017
Carr, Stephen. (1992). Public Space. New York: Van Nostrand Reinhold Company

Downloads

Published

2018-11-14