POLA SEBARAN GAS KARBON MONOKSIDA (CO) POLUTAN DI KECAMATAN BOGOR TENGAH
DOI:
https://doi.org/10.35138/gp.v3i1.222Abstract
Karbon Monoksida (CO) merupakan racun yang cukup lama dalam sejarah manusia. Sumber utama dari CO adalah asap knalpot kendaraan terutama mesin berbahan bakar bensin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur Kadar CO udara di Kecamatan Bogor Tengah. Jenis penelitian ini observasional dengan pendekatan cross-sectional. Lokasi sampling dalam penelitian ini berada di Kecamatan Bogor Tengah, dalam penelitian ini dilakukan pengukuran di 11 Kelurahan. Kadar CO di dapatkan dari hasil pengukuran dengan menggunakan alat CO Meter. Konsentrasi Karbon Monoksida (CO) udara Ambien di 11 Kelurahan pada kecamatan Bogor Tengah rata-rata sebesar 8016.36 µg/Nm3, Konsentrasi Karbon Monoksida (CO) udara Ambien tertinggi terdapat pada lokasi Stasiun Bogor dengan konsentrasi sebesar 11451.94 µg/Nm3 dan Konsentrasi Karbon Monoksida (CO) udara Ambien terendah terdapat pada lokasi Simpang Empat Jalan Padjajaran dengan konsentrasi sebesar 2290.39 µg/Nm3. Hasil penelitian mengacu pada Peraturan Pemerintah No. 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara. Hal ini menunjukkan kualitas udara berdasarkan kadar CO masih baik sehingga dibutuhkan upaya untuk menjaga kualitas udara di Kecamatan Bogor Tengah.
Â
Kata Kunci: Kadar CO,CO Meter , Udara, Kecamatan Bogor Tengah
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish articles in this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright of the article and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a CC-BY-SA or The Creative Commons Attribution–ShareAlike License.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published workÂ



