PEMETAAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) DI KOTA BANDUNG DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN OKSIGEN BERDASARKAN METODE GERARKIS
DOI:
https://doi.org/10.35138/geoplanart.v6i1.713Abstract
Kebutuhan ruang terbuka hijau semakin meningkat setiap tahunnya sedangkan ketersediaannya semakin terbatas. Hal ini berbanding terbalik dengan konsumen oksigen seperti manusia, kendaraan bermotor, dan hewan ternak yang terus bertambah setiap tahunnya. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis ketersediaan ruang terbuka hijau berdasarkan pemenuhan kebutuhan oksigen Kota Bandung tahun 2021 dengan citra landsat 8. menghitung kebutuhan oksigen harian berdasarkan luas wilayah, jumlah penduduk, jumlah kendaraan bermotor dan jumlah hewan ternak dengan metode Gerarkis sesuai Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.5/PRT/M/2008. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Ketersediaan ruang terbuka hijau di Kota Bandung berdasarkan luas wilayah belum tercukupi sesuai dengan ketentuaan yaitu 30% dari luas wilayah. Berdasarkan hasil analisis luas ruang terbuka hijau yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan oksigen, hasilnya luas ruang terbuka hijau yang ada saat ini masih belum memenuhi yaitu sebesar 3.207 Ha dan luasan ruang terbuka hijau yang dibutuhkan adalah sebesar 14.316 Ha.
Downloads
Published
Versions
- 2024-05-27 (4)
- 2024-05-27 (2)
- 2024-05-27 (1)
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish articles in this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright of the article and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a CC-BY-SA or The Creative Commons Attribution–ShareAlike License.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published workÂ



