PENATAAN KAWASAN DESA DIRGAHAYU KECAMATAN PULAU LAUT UTARA YANG LAYAK HUNI DAN BERKELANJUTAN DI KABUPATEN KOTABARU
DOI:
https://doi.org/10.35138/geoplanart.v7i2.1180Abstract
Masalah permukiman kumuh hingga saat ini masih menjadi masalah utama yang dihadapi terutama di kawasan permukiman perkotaan. Tingginya arus urbanisasi akibat menumpuknya sumber mata pencaharian di kawasan perkotaan menjadi magnet yang cukup kuat bagi masyarakat perdesaan untuk bekerja di kawasan perkantoran dan industri sehingga rela tinggal di lahan-lahan illegal yang dekat dengan pusat kota, hingga akhirnya menciptakan lingkungan permukiman kumuh yang tidak layak huni. Desa/Kelurahan Dirgahayu RT.16 berada di pusat kota di sepanjang pesisir pantai, menjadi kawasan strategis tujuan para pecari kerja tersebut. Dalam kajian ini menggunakan metode analisis kualitatif dan kuantitatif untuk menghasilkan solusi dalam merubah permukiman kumuh menjadi layak huni dan berkelanjutan. Konsep dan rencana pembangunan kawasan permukiman prioritas mencoba merumuskan program pengembangan permukiman menjadi lebih baik dan layak huni serta berkelanjutan guna mendukung kegiatan ekonomi dan sosial warga setempat.
Kata Kunci : Desa Dirgahayu, Layak Huni, Berkelanjutan.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish articles in this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright of the article and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a CC-BY-SA or The Creative Commons Attribution–ShareAlike License.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published workÂ



